Kamis, 17 Desember 2015

Peri Kupu-Kupu Dan Peri Bunga




 Kisah Peri Kupu-Kupu Dan Peri Bunga
  
- Narator
- Mikan
- Aroma
- Laura
- Klara
- Asami
- Ratu Serena
- Ratu Amalia
- Ratu Ariana
- Annabella
 



            Suatu hari di sebuah tempat dimana ada banyak sekali peri, tinggalah dua kelompok peri. Yang satu adalah peri kupu-kupu dan yang satu lagi adalah peri bunga. Walaupun mereka hidup satu kawasan, mereka tidak pernah bertengkar ataupun berperang. Mereka hidup rukun satu sama lain. Tapi, tiba-tiba kedamaian di tempa ini hancur karena peri lain. Dimulai dari saat 2 orang peri sedang bermain.
 Mikan, Aroma
Laura
Mikan
Laura
Klara
Asami
Laura, Klara, Asami
Mikan
Aroma
Asami

Aroma

Mikna
Klara
Mikan, Aroma
Laura
Mikan, Aroma
Asami
Mikan
Klara

Aroma
Mikan

Aroma

Asami

Mikan
Aroma
Mikan
Klara
: (Sedang bermain)
: “Hey kalian.”
: “Siapa kalian?”
: “Namaku adalah Laura.”
: “Namaku Klara.”
: “Dan aku Asami.”
: “Kami adalah peri Cristal.”
: “Namaku Mikan. Aku adalah peri kupu-kupu.”
: “Namaku Aroma. Aku peri bunga.”
: “Peri kupu-kupu dan peri bunga ya.. kenapa kalian sepertinya
   akrab sekali?”
: “Tentu saja. Walaupun kami berbeda tapi kan kita harus
    berteman.”
: “Lagipula kita kan saling membutuhkan.”
: “Haha. Ternyata kalian adalah peri yang lemah ya...?”
: “APA!?”
: “Dia bilang kalian itu peri yang lemah ya.”
: “APA!? KATAKAN SEKALI LAGI!!!”
: “Telinganya bodrex.. Kalian itu peri yang lemah.”
: “Berani sekali kau mengatakan kami begitu.”
: “Itu kan nyata. Kalian tidak bisa melakukan apapun sendiri berarti
    kalian lemah. Benarkan?’
: “Kami tidak selemah yang kalian katakan.”
: “Lagipula kita kan mempunyai kelebihan dan kekurangan untuk
    saling membantu.”
: “Kalian mengatakan hal itu seperti kalian tidak menyadari kalau
    kalian juga punya kekurangan dan kelebihan.”
: “Kami tidak mempunyai kekurangan dan kami hanya memiliki
    kelebihan yang tidak dimiliki peri apapun.”
: “Semua punya kekurangan dan kelebihan.”
: “Ayo Mikan kita pergi dari sini”
: “Ayo.” (Pergi)
: “Haha.. mereka memang lemah.”

Lalu, Aroma dan Mikan melaporkannya kepada Ratu Serena dan Ratu Amalia. Mereka datang ke kerajaan.
 Mikan, Aroma
Ratu Amalia
Aroma
Mikan

Ratu Serena
Mikan, Aroma
Ratu Ariana
Ratu Serena
Ratu Ariana

Ratu Amalia
Ratu Ariana
Ratu Serena





Ratu Ariana

Ratu Serena
Ratu Ariana



Ratu Amalia, Serena
Ratu Ariana
Mikan, Aroma



Annabella
Semua
Annabella
Mikan, Aroma
Ratu Serena
Ratu Amalia
Ratu Ariana
Laura
Klara
Asami



Ratu Ariana
Annabella

Semua
Annabella




Semua
Annabella
Semua




Annabella

Mikan
Annabella
Laura
Annabella
Laura
Annabella

Mikan
Annabella
Mikan
Annabella 

Asami
Annabella
Asami
Annabella

Ratu Amalia

Annabella


Ratu Ariana
Klara
Ratu Serena
Annabella 
Ratu Serena
Annabella
Mikan, Aroma
Asami, Klara, Laura
Ratu Ariana
Annabella

Ratu Serena,Amalia 
Ratu Serena


Ratu Ariana
Ratu Amalia
Ratu Ariana
Peri Kristal
Ratu Amalia  
: “Permisi Ratu Serena, Ratu Amalia.”
: “Ada apa Mikan, Aroma?”
: “Ada yang mengejek Peri Bunga dan Kupu-kupu ratu.”
: “Mereka mengatakan kalau kita itu lemah karena kita. 
    membutuhkan peri lain dam tidak bisa melakukan sesuatu sendiri.”
: “Itu terlalu berlebihan.. siapa yang mengatakan itu?”
: “Peri kristal.”
: “Hey kalian!”
: “Siapa kau?”
: “Aku adalah Ratu Kristal namaku Ariana.”
: (Mendekati Ratu Serena dan Ratu Amalia)
: “Kalian yang mengejek kami ya...?”
: “Iya, kenapa? Masalah?”
: “Memangnya kalian merasa kalau kalian itu tidak punya 
    kekurangan? Semua nya pasti punya kekurangan dan kelebihan 
    yang berbeda-beda. Mengerti?”

{Krik krik krik krik}

: “Tidak. Daripada mempermasalahkan itu lebih baik kalian 
    memberikan daerah ini kepada kita.”
: “Kami akan memberikan separuhnya jika kalian meminta baik-baik.”
: “Separuhnya!? Aku ingin semuanya, Mengerti?”

{Krik krik krik krik}

: “Tidak.”
: “Arrgghhh... kalau begitu rasakan ini.”
: “Mamaaaaaa..a...............................” (Pelukan)

(Perang)

: “Hey. Hey kalian berhenti.”
: “....” (Masih perang)
: “WOOYY... BERHENTI!!!”
: “Apa?”
: “Kenapa?”
: “Bagaimana?”
: “Mengapa?”
: “Dimana?”
: “Apanya?”
: “Gak tau..”

{Krik krik krik krik}

: “Kau siapa? Tiba-tiba disini.”
: “Namaku Annabella. Kuberi saranya ya.. Daripada kalian ribut begini 
    lebih baik kita adu kecerdasan.”
: “Adu kecerdasan?”
: “Iya. Aku akan memberikan  soal lalu kalian berebut menjawabnya. 
    Nilai yang paling banyak dialah yang menang. Jika tim Peri Bunga 
    dan Peri Kupu-kupu menang, Ratu serena dan Ratu Amalia bebas 
    melakukan apa saja pada Ratu Ariana. Tapi jika Peri Kristal  
    menang, Ratu Ariana bebas melakukan apa saja disini. Paham?”
: “Paham.”
: “Are you ready?”
: “Ready!!”

(Merekapun beradu kecerdasan... siapa kah yang menang... lihat saja nanti.}

: “Pertanyaan pertama. Jika aku punya 5 buah permen lalu kalian 
    meminta 3 permen, berapakah sisa permenku?”
: (Mengacungkan tangan “2”
: “Salah.”
: (Mengacungkan tangan) “Jawabannya tetap 5”
: “Bagaimana bisa?”
: “Karena kamu tidak mau memberikannya pada kami.”
: “Ya betul, satu poin untuk Peri Kristal. Pertanyaan kedua. 15 X 7 + 
    80  - 77 – 8 X 0 berapa hasilnya?”
: (Ngacung) “0”
: “Kenapa bisa?”
: “Semua angka yang dikali 0 hasilnya pasti 0”
: “Ya betul. Satu point untuk Peri kupu-kupu dan bunga. Pertanyaan 
    ketiga. Galaksi kita ini disebut apa?”
: (Ngacung) “Chotta Beam”
: “Heeh?”
: “Bimasakti atau Milky Way kan?”
: “Iya betul. Dua poin untuk Peri Kristal. Pertanyaan keempat. Apa 
    arti Demokrasi?”
: “Sistem pemerintahan yang diselenggarakan oleh rakyat, dari rakyat 
    dan untuk rakyat.”
: “Iya betul. Dua poin untuk Peri Bunga dan kupu-kupu, Pertanyaan 
    terakhir. Translite kan kata-kata ini kedalam bahasa inggris. 
   Aku-bisa-gigi kamu-merah muda-matahari.”
: “Hmm..”
: “Aku i, bisa can,....”
: (Ngacung) “Aku.”
: “Apa jawabannya
: "I can tooth, you pink.. sun  (?) (I kentut, you pingsan?"
: "Ya betul! Pemenangnya peri kupu-kupu dan peri bunga!"
: "Yee!! Kita menang!"
: "Ratu.. kita kalah.. hiks.. huweeee~"
: "Lebay kamu."
: "Jadi apa yang akan Ratu Amalia dan Ratu Serena lakukan pada Ratu 
    Ariana?"
: (Berhadapan lalu mengangguk)
: "Kami akan memberikan tempat tinggal mereka disini ini asalkan 
    mereka mau menjadi teman sekaligus keluarga kami dan bekerja sama 
    dengan kami."
: "Heh? Bener?"
: "Iya."

: "Terima kasih. Ternyata kalian sangat baik."
: "Maaf kan kami."
: "Iya, iya.. tidak apa-apa."

(Dan itulah akhirnya. Ketiga jenis peri itu hidup bersama dalam satu kawasan tanpa peperangan dan hidup rukun selamanya.)

Selesai


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

         Aduh.. maaf kalau jelek ya? Nisa gak terlalu bisa buat naskah drama. Naskah ini yang Nisa pakai waktu kelas 6.